"Han...na, tolong," kata Chesa lemah. Hana melipat tangan di d**a, dia berjalan mendekat. "Uuhh... Kenapa?" Mata sembab Chesa menengok ke atas, memandang tepat wajah Hana. "Jelasin yang sebenarnya," "Semudah itu? Kamu pikir aku mau?" Hana mencondongkan badan, maniknya menatap remeh Chesa. "Kamu udah bikin Raka ngusir aku. Kamu juga yang menghasut dia biar pulang saat nemenin aku belanja, kan?" "Eng--" "Sstt. Lo nggak perlu ngelak lagi. Gue tau." tangannya tiba-tiba meraih telapak lengan Chesa yang penuh luka. "em, gue apain, ya, biar tambah sakit?" Kontan Chesa menggeleng cepat. "Ng--nggak. Gu--gue mohon, Han, ja--jangan..." bintik-bintik keringat mulai muncul. Hana justru tersenyum miring, ia mengambil silet, lantas meraih tangan Chesa. Meski Gadis tersebut memberontak,

