"Tidak ada apa-apa. Hanya kecelakaan kecil biasa," Dani memencet klakson. Beberapa warga yang berdiri di tengah-tengah jalan pun menyingkir ke samping. Mobil itu melaju. Dani menahan pikiran yang menginterupsi dirinya untuk menolong Hana. Hari ini dia tidak akan egois dan memilih untuk membiarkan Putranya memulai kehidupan baru di Jepang. Perjalanan hidup Mereka masih panjang. Mereka juga harus menggapai mimpi masing-masing karena hidup bukan hanya urusan percintaan saja. **** Hana berlari keluar dengan berderai air mata. Darah menetes dari tangannya, meninggalkan jejak di setiap langkahnya. Semua ini harus diakhiri sekarang. Hidupnya sudah tidak berarti lagi. Tujuannya tidak akan pernah terwujud. Banyak sepasang mata yang memperhatikan, tapi kebanyakan dari Mereka memilih untuk

