“Ada apa, Kak? Siapa yang meneleponmu?” tanya Ken. “Ini pria yang akan jadi boss Kakak. Bagaimana ini?” tanya Cindy bingung. “Angkat teleponnya, Kak. Mungkin dia ada perlu denganmu.” “Baiklah.” Lantas, Cindy pun mengangkat telepon yang berasal dari Samuel. “Halo,” sapa Cindy dari ujung telepon. “Halo, Cindy. Maaf aku mengganggumu tengah malam seperti ini. Aku ada di depan rumahmu. Bisakah kau keluar sebentar saja?” pinta Samuel. “Apa? Kau ada di depan rumahku? Bagaimana kau tahu alamat rumahku?” tanya Cindy keheranan. “Dari Willy, aku yang bertanya padanya. Keluarlah sekarang, kumohon,” pinta Samuel. “Baiklah.” Setelah menutup teleponnya, lalu Cindy menoleh pada sang adik dan berkata, “Dia ada di depan rumah. Aku keluar dulu.” Lantas, gadis cantik berlesung pipi itu bangki

