Singkat cerita, setelah selesai bersiap-siap, mereka keluar dari apartemen menuju ke kediaman ibunda Sam. Malam itu, sang ibunda mengadakan acara makan malam yang rupanya dihadiri pula oleh Rosie. Mereka berdua belum mengetahui apa yang akan terjadi di malam itu. Sepanjang perjalanan, baik itu Cindy maupun Sam, keduanya tampak sangat bahagia, masa depan serasa selangkah lebih maju dan tangan mereka tak terlampau jauh untuk menjangkaunya. Senyum manis pun terus terukir di bibir keduanya, bahkan sesekali tangan Sam terulur dan menggenggam tangan gadis cantik berlesung pipi itu, menggenggamnya dengan penuh perasaan. “Cindy, tanganmu berkeringat dingin, apa kau gugup?” tanya Sam khawatir. “Umm iya sedikit, aku khawatir bagaimana jika ibumu tidak suka terhadapku? Lalu, aku harus bagaima

