Chapter 57

1631 Words

Wajah Derian terlihat sedih saat melihat pelipis sang istri yang memerah karena lemparan sang ibu. "Ma," ujar Derian pelan. "Nggak apa-apa, Pa. Ayo kita istirahat lebih awal, acara besok panjang sekali, itu seharian dari pagi hingga malam," ujar Rina. Derian mengangguk. Namun, sebelum sang istri masuk ke kamar, dia menarik tangan istrinya. "Papa obati pelipisnya." Rina tidak menolak, dia hanya mengikuti ke mana sang suami membawanya. Beberapa saat kemudian Derian terlihat mengoleskan salep memar ke pelipis sang istri. "Jangan dengarkan ucapan Mamah yang ngawur itu. Papa menikah dengan Mama karena memang sudah jalan Tuhan. Kita berjodoh, jodoh Papa yah untuk Mama." Rina menahan senyuman. Derian tersenyum. "Masa lalu itu tidak penting lagi, Ma. Yang penting sekarang kita saling nger

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD