Chapter 47

1717 Words

Semua orang yang berada di ruang tamu rumah Basri melirik ke arah pintu rumah, di mana Cika Karania Baqi berjalan memasuki pintu rumah. "Ah, Tuan Davin Farikin, ternyata Anda di sini," ujar Cika. "Aku sangat tidak senang dengan perbuatan anak bungsumu itu. Dia benar-benar tidak punya akal sehat, tolong jauhkan dia dari keluargaku, aku tidak ingin hal kemarin terulang kembali, sungguh menguji kesabaranku!" Wajah Cika terlihat tidak bersahabat ke arah Davin. "Nyonya Bachtiar," ujar Davin. "Saya minta maaf atas perbuatan anak saya," ujar Davin lagi. Cika terlihat ingin mencebik namun dia menahannya. "Beruntung masalah ini telah diselesaikan oleh adik iparku, dan dia dengan tulus memaafkan perbuatan anak Anda yang itu. Tapi awas saja jika sepupuku tahu, aku tidak akan memaafkan dia," b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD