Chapter 62

1612 Words

Finisa turun ke ruang makan dengan memakai sweater rajut hingga atas lutut. Dia dan Alan tak sempat bergaya karena terlalu lapar. Chenda tersenyum ke arah sang ponakan dan suami ponakannya. "Ada sup ayam kampung dan beberapa roti bakar, tapi kalau mau pancake atau mau makan yang lain, nanti tinggal bilang Bi Siti dan yang lainnya saja," ujar Chenda. Alan dan Finisa mengangguk. Wajah Alan berubah masam dan terlihat tak enak hati ketika melihat Chenda. "Tante, maaf yah, Alan bangun telat." "Ah, nggak apa-apa kok, Tante ngerti. Ayo sarapan," balas Chenda dengan nada santai. "Ah iya, para orangtua ada di ruang santai, tadi sudah lihat kan? separuh lagi di teras belakang. Nanti kalau ada perlu sama mertua kamu, ke teras belakang aja," ujar Chenda pada Alan. Alan mengangguk mengerti. "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD