Di dalam kamar yang tidak seberapa luas itu, di atas tempat tidur. Satria masih terjaga. Matanya merah, ia duduk bersandar pada kepala ranjang. Menatap istri nya yang sudah terlelap di samping nya. Mendengar cerita Airin beberapa jam yang lalu membuat nya sakit luar biasa. Bagaimana bisa, Azka bisa melakukan itu ? Ia sangat mengenal sahabat nya, Azka memang b******k. Tapi, ia tidak akan merusak seorang perempuan yang masih perawan. Ia tau pergaulan Azka sangat bebas, tidur dengan perempuan dan melakukan hubungan intim bukan lagi rahasia Azka pada Satria. Namun, Azka tidak pernah melakukan itu pada seorang wanita yang masih perawan. Bahkan, Azka menghindari perempuan seperti itu. Ia menghela napas berat, memandangi istri nya yang tertidur pulas di samping nya. Di usap nya pipi Airin

