Dengan langkah perlahan dan berhati-hati Satria membuka pintu depan dan melangkah masuk. Sebisa mungkin, untuk tidak menimbulkan suara apapun. Berharap, kalau Airin sudah tidur pulas. Dan tidak akan terjaga. Namun, semuanya sirna karena saat akan kembali mengunci pintu. Lampu yang tadi nya mati tiba-tiba menyala. Membuat Satria langsung memejamkan mata dengan kuat. Memasang muka meringis. "Kamu dari mana ?!" Pria itu menggigit bibir nya dengan gemas. Ada sedikit rasa panik menderanya saat mendengar suara lembut Airin, tapi terkesan tegas. Ia tidak menyangka kalau Airin menunggu nya pulang, padahal ini sudah subuh. Seharusnya ia tadi tidak pulang, memilih untuk tidur aja di mobil kalau kondisi nya seperti ini. Ia tidak mau membuat istrinya cemas, apalagi dengan kondisi nya yang baba

