Jarum jam berputar pada semestinya. Namun, kenapa detaknya terasa lambat. Apa itu karena Tania sedang menunggu seseorang? Dia tahu jam istirahat Delon terlalu sedikit, tapi dia percaya Delon selalu tepat waktu jika membuat janji. “Kamu udah cantik. Mau kemana?” tanya Mia sembari mendaratkan b****g di sebelah Tania. Sekarang Tania berpenampilan layaknya Tania. Jati dirinya kembali. Kata Delon, bergaya sok tomboy dan sok gaul tidak cocok untuknya, apalagi bergaya metal. Seulas senyum menghiasi wajahnya. “Ada janji, Tante.” “Sama?” Mia memiringkan wajahnya. Ini bukan perasaannya saja, Tania benar-benar terlihat ceria dari sebelumnya. Gadis itu menarik napas. “Temen.” Dia merapikan tas. Mia sedikit mengernyit melihat Tania yang salah tingkah. “Tante boleh tahu?” Tampak berpik

