“Papi?” gumam Tania. Rinda menyikut Bayu dan mengajaknya untuk segera meninggalkan tempat itu. “Kami pamit ya, Tan. Lain kali kami pasti mampir ke sini lagi,” ucap Rinda yang langsung dibalas anggukan oleh Tania. “Terima kasih untuk kopinya.” “Iya, hati-hati,” ucap Tania diiringi senyum khasnya. “Duduk dulu, Pi.” Delon menarik kursi untuk diduduki pria tua itu. “Oh iya, ini Tania, calon istri Delon, Pi.” Tanpa mengurangi rasa hormat Tania langsung menjabat tangan pria itu dan mengecupnya. “Calon istri kamu cantik. Pantas kamu rela menjebloskan mami kamu ke penjara.” Jantung Tania seperti dihantam benda berat. Jangan-jangan kecurigaannya adalah benar. Delon menanggapi dengan senyuman dan mengajak mereka untuk duduk. “Honey, Papi ini mantan suami Mami.” Tania mengangguk kecil, bi

