"Ferry? Ngapain kamu ke sini?" Bianca heran melihat Ferry yang berada di depan rumah sedang berbincang dengan papanya. "Sorry, Bi. Tadi ... tadi aku sempet ngikutin mobil kamu," jawab Ferry tersenyum miring. Bianca cemberut tak suka. Ia menghela napas panjang. Sedangkan Namira bergeming, enggan menyapa Ferry. "Apaan sih kamu? Maksudmu ngikutin aku apa? Pengen ketemu Namira?" terka Bianca menunjukan rasa kesel pada lelaki berambut gondrong itu. "Itu tau. Hai, Namira. Apa kabar?" Ferry menyapa Namira yang sedari tadi berdiri di belakang Bianca. "Baik." Hanya itu jawaban Namira. "Alhamdulillah. Selain tambah baik, kamu juga sekarang tambah cantik." Kedua mata Namira dan Bianca membeliak. Mereka tak suka Ferry berkata demikian. Tampaknya Daniel belum memberitahu Ferry kalau Namira

