Part 15

1063 Words

Part 15 Nyatanya, tidak ada yang bisa memperediksi datangnya cinta . . . . . "Cup cup Sayang ... jangan menangis," Nara ikut terisak begitu melihat putri mungilnya terus menangis padahal jam telah menunjukkan pukul sebelas malam. Nara telah menggendong bayinya berjam-jam agar tenang namun tangisnya tak juga berhenti. Ia tidak tahu lagi harus melakukan apa di pengalaman pertamanya sebagai ibu. "Nara? Ada apa?" Hwan masuk ke kamarnya yang kini ditempati oleh Nara. Sejak pulang dari rumah sakit seminggu yang lalu, Nara bersedia ikut tinggal bersamanya. Bukan kembali ke rumah mereka yang dulu, tetapi Hwan membawa Nara dan keponakannya untuk tinggal di rumah murah yang ia sewa sejak bekerja di rumah sakit. "Eunbi terus menangis, aku tidak bisa menenangkannya," adu Nara sambil menghapu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD