“Ini pesananmu, Tuan.” Emma menyodorkan semangkuk besar kentang goreng yang diberi mayonaise pada Nicholas. “Menggoreng kentang saja kau tidak bisa?” Emma mendaratkan pantatnya di sofa, bergabung bersama Nicholas yang sudah lebih dulu asyik mengunyam kentang goreng. “Bukannya tidak bisa. Untuk apa aku repot-repot mengoreng kentang sendiri kalau aku sudah memilikimu dan Ibu.” Nicholas mengedipkan sebelah matanya pada Rose dan Emma secara bergantian. Rose mengangkat kedua bahunya. “Well...nyatanya kau memang tidak bisa, kan? Ibu tidak pernah melihatmu sibuk di dapur selain sedang mencari makanan,” timpal Rose. “Selain bermain dengan bisnis dan bersenang-senang, aku tidak tahu lagi apa kemahiranmu, Nicholas. Kuharap Emma tidak akan menyesal suatu hari na

