Emma tidak memperdulikan teriakan orang-orang yang memanggil namanya. Ia terus berlari, menjinjing rok gaun pengantinnya hingga naik melewati paha, menunjukkan kedua kaki jenjangnya yang dibalut stocking tipis berwarna putih. Tali garternya terlihat jelas, tampak serasi dengan tali yang mengikat tas kecil tempatnya menyimpan pistol cadangan di paha kanan dan pisau di paha kirinya. “Sial...” umpat Emma, begitu melihat orang-orang yang ia kejar masuk ke dalam mobil. Wanita itu kemudian melompati pagar yang membatasi trotoar dengan jalan utama, menghampiri seorang pemuda yang baru saja mengunci mobilnya. “Aku pinjam mobilmu sebentar,” katanya, sambil merobek rok gaunnya hingga hanya tersisa satu jengkal tangan dari pangkal paha, lalu merampas kunci mobil dari tangan
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


