Hazel pikir dia akan mati. Saat mobil menabrak kendaraan roda empat dari arah berlawanan yang melaju kencang, tubuh Hazel terdorong keras ke depan, lalu ke samping. Seperti dilempar ke kanan lalu kiri, lalu kanan lagi, ke belakang. Terus begitu sampai akhirnya tubuhnya berhenti bergerak dengan sendirinya. Hazel merasakan seluruh tubuhnya remuk. Otot-ototnya seolah kehilangan fungsi. Dia tidak bisa menggerakkan apapun. Tidak tangan, kaki, leher. Tidak ada yang bisa ia gerakkan. Satu hal yang Hazel sadari … ia masih bisa bernapas. Meskipun begitu, lama kelamaan ia mulai merasa sulit untuk mengisi paru-parunya dengan oksigen. Ruang di sekitarnya terasa mulai kehilangan pasokan oksigen. Tarikan napas wanita yang berprofesi sebagai seorang dokter umum tersebut mulai tersendat. Hazel sudah ny

