Malam itu benar-benar terasa berbeda bagi Hazel dan Oliver. Percintaan mereka terasa sangat spesial, seolah baru pertama kali mereka melakukan penyatuan, karena keduanya melakukan dengan perasaan lepas. Hazel tidak merasa terpaksa, dan Oliver juga tidak merasa melakukannya hanya demi melampiaskan nafsu. Lebih dari sekedar melakukan pelepasan karena memiliki hormon testosteron berlebih, Oliver melakukannya karena memang menginginkannya. Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Oliver merasakan kepuasan luar bisa ketika akhirnya pelepasan itu terjadi. Tidak menggunakan pengaman, Oliver melepaskan semua benihnya ke rahim sang istri, seolah memang sudah siap menerima hasil dari pertemuan antara spermanya dan sel telur sang istri. Hazel meremas bahu sang suami ketika merasakan ledakan

