Hazel sudah bersiap dengan outfit santainya. Wanita yang berprofesi sebagai seorang dokter umum itu memakai kaos oblong warna putih dan celana panjang denim. Rambutnya ia biarkan tergerai. Wanita itu keluar dari dalam lift, kemudian melanjutkan ayunan kaki. Oliver belum pulang. Apa mereka tidak jadi kencan? batin Hazel seraya mengangkat tangan kiri lalu memutarnya sedikit. Hazel memperhatikan benda yang melingkari pergelangan tangannya. Hazel mengayun kedua kaki dengan cepat. “Mau pergi, Nyonya?” “Astaga. Kamu mengejutkanku, Carol.” Hazel mengusap dadanya. Sepasang bibir wanita itu membulat. Hazel menghentak hembusan napasnya. “Mau kemana? Memangnya tuan Oliver mengizinkanmu keluar?” “Aku akan keluar dengannya,” sahut Hazel seraya kembali menarik langkah kakinya. Kali ini gerak kaki

