21

1849 Words

Arbiaz tak henti - henti nya menggoda dan mengisengi Raline untuk memecah keheningan, lagu yang diputar di radio mengisi ke kosongan diantara mereka, sesekali mereka mengobrol. Dari hal yang penting hingga tak penting sekali pun Arbiaz lontarkan kepada Raline. Entah, mungkin Arbiaz tidak ingin kehilangan kesempatan perak yang Abrio tak sengaja berikan untuknya. Butuh dua jam untuk sampai ke tempat pertemuan antar CEO perusahaan australia. Jalan yang mereka lewati tidak terlalu padat, dan untungnya tidak membuat makeup Raline luntur. Raline masih terlihat cantik dengan gaun beserta make up yang ia kenakan dua jam lalu.  "Gak usah deg - deg an kayak gitu, kamu juga kan suka ikut aku ketemu klien." "Ya walaupun satu dua orang aja sih." Raline masih terdiam, yang benar saja , bia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD