Erzk berteman baik dengan Teya. Mereka banyak menghabiskan waktu bersama. Sewaktu-waktu Erzk duduk termenung memikirkan nasib istri dan anaknya di bumi. Dia tidak mau makan, tidak ingat minum, dan tidak bisa tidur. Badannya menjadi kurus kering, rambutnya mulai rontok, dan Erzk sewaktu-waktu bisa menangis dalam diam. Dia membiarkan angin mengeringkan wajahnya. Teya lalu meminta izin kepada ayahnya untuk membawa Erzk ke desa, menyegarkan pikirannya yang kalut. Muin pikir itu adalah ide yang baik. Di sana Erzk dapat bertemu dengan pepohonan rindang, bertemu hewan ternak, rumput lalang yang tingginya selutut, juga langit biru cerah dengan matahari yang tak begitu panas. Teya juga bisa menyiapkan roti dari mentega yang dibuat khusus dari s**u peternakan setempat, tak lupa dengan s**u segar t

