"Boleh aku meminjam kacamatamu Kal?" Iron mengulurkan tangannya, berharap Kal Si Tercela dengan murah hati meminjamkannya. Aku berani bertaruh lelaki itu tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh kacamatanya yang canggih. "Jangan lama-lama." Aku mengaku kalau untuk sesaat aku tercengang saat Kal melepas kacamatanya dan menyerahkan benda itu kepada Iron. "Aku tahu kalau Kal sebenarnya baik, tetapi memang sedikit menyebalkan." Darga berbisik ke telingaku. "Dia bukannya sedikit menyebalkan. Dia sangat menyebalkan," balasku. "Berbisik sepuas kalian, aku tidak peduli." Kalimat dingin dari Kal membuatku terbungkam. Iron lalu memakai kacamata dan menekan tombol di gagangnya. Alis Iron berkerut saat kepalanya menjorok ke lantai. "Ada seorang laki-laki juga, tapi nggak diikat, dia seperti .

