“Boleh aku masuk?” Pertanyaan yang meluncur dari Castel saat Diana membuka pintu rumahnya. Diana tidak terkejut dengan kemunculan Castel. Keduanya saling bertatapan sebelum Diana membuka pintu lebih lebar dan membiarkan Castel mengekor di belakang langkahnya. “Kau sendirian?” Diana memutar tubuhnya, berhadapan langsung dengan Castel yang berdiri sambil bersedekap sambil memamerkan senyum paling menawan di hadapan Diana dan wanita cantik seksi itu meringis kesal. “Berhentilah berpura-pura, Cas. Dia sudah mati beserta dengan kekasihnya,” dengus Diana kembali berputar untuk melanjutkan langkahnya, terdengar kekehan milik Castel. “Aku tak bisa menyingkirkan bayanganmu dari dalam benakku, Di.” Seolah tak peduli dan bosan dengan semua bujuk rayu Castel, Diana bersikap acuh, ia berjalan ke so
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


