S2 - BAB 18

1069 Words

Semakin besar aku semakin sadar bahwa tidak setiap kenangan harus dikenang, ada beberapa kenangan yang memang harus dilupakan atau bahkan tidak perlu disebut sebagai kenangan. --- "Tante Arafah? Iya, enggak salah lagi, itu tante Arafah." Senyumanku langsung tercetak, sudah lama sekali tidak melihatnya. Tante Arafah adalah ibu Athar; seorang perempuan yang sudah kuanggap seperti ibuku sendiri. Aku bermain dengan Athar sejak kecil, sejak kecil pulalah aku mengenal sosok tante Arafah, dia ibu yang baik, dia selalu lembut kepada Athar, benar-benar seorang ibu yang bisa dijadikan tempat berpulang. Namun cukup disayangkan, orang yang kukira disukai banyak orang malah sempat dibenci oleh orang yang aku kenali—Dane. Dahulu Dane sangat membenci tante Arafah karena tante Arafah menikah dengan ay

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD