Kedua puluh delapan

1921 Words

Setelah dari Bali, kita kembali bekerja seperti biasa. Setiap hari aku lalui menjadi sekretaris Darren lagi. Di kantor pun kami tetap menjaga profesionalitas. Meskipun sekarang Darren jadi sedikit menunjukkan kemesumannya pada ku. Yaa dia jadi sering mencium atau melumat bibirku, meremas bahkan menyesap p******* ku. Semua di lakukan Darren saat aku ke ruangannya untuk memberikan berkas. Pasti Darren langsung mengunci pintunya saat aku masuk. Yaa memang jika kantor hanya sebatas itu yg di lakukan Darren tidak lebih. Karena kita takut ketahuan karyawan lain dan takut memberikan contoh yg tidak baik. Padahal memang kita sudah tidak baik yaa kan, hehehehe. Dan aku heran pada diriku sendiri. Aku menerima semua perlakuan Darren tanpa menolaknya sedikitpun. Bahkan aku sangat menikmatinya. Ntahlah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD