Kedua puluh

2356 Words
Malam harinya Ken benar main kerumah sehabis isya. Aku pikir dia akan stay dirumah ku, ga ngajak jalan. Jadi aku sama sekali belum make up. Tapi ternyata Ken mengajakku jalan keluar. Lalu akhirnya aku memutuskan untuk ganti baju dan make up. Sementara Ken, Ken ngobrol sama papah di ruang tamu. " Jadi kan Ken main ke Jakarta nya. " kata papah usil sambil membawa kopi lalu duduk di hadapan Ken " Hehehehe iyaa om. " kata Ken sambil tersenyum malu " Gimana kabar Mira dan Hendra? Kapan mereka dibawa main kesini? " tanya papah to the poin " Mamah papah baik om. Waaahhhh kalo itu doain aja yaa om semoga hubungan saya dan Kyara baik baik aja. " kata Ken sambil tersenyum getir dan Ken mengingat kembali sikapku di cafe dan cowo yg melihatnya dari lantai atas kantor " Lo emang hubungan kalian ga baik baik aja? " tanya papah yg bisa menangkap maksud Ken " Bukan begitu om, kami baik baik aja. Maksud saya, kalo kita berjodoh pasti semuanya dipermudah. " kata Ken yg paling bisa menutupi keadaan. Papah hanya mengangguk Aku lalu keluar memakai dress brokat warna merah maroon selutut dg lengannya yg pendek. Aku memakai highlees dg warna senada dan tas selempang warna cream. Aku segera mengajak Ken pergi sebelum papah melanjutkan obrolan yg semakin menjurus ke arah yg lebih serius. Yaa bukannya aku ga mau memiliki hubungan yg serius dg Ken. Tp untuk saat ini aku masih belum yakin dg perasaan ku sendiri. Karena semenjak dekat dg Darren, pertahanan hubungan ku dan Ken mulai goyah. " Papah ngomongin apa si pah. Aku kan baru mulai kerja, jadi aku pengen serius kerja dulu. Yaa kan Ken? " kataku sambil tersenyum pada Ken " Iyaa Om, Kyara bener. Toh kita masih muda. " jawab Ken singkat " Iyaa iyaa papah cuma iseng nanya aja ko. " kata Papah sambil beranjak dari duduknya. Ken pun mengikuti Papah " Ayoo Ken takut kemaleman. " kataku sambil menggandeng tangan Ken " Om saya ijin bawa Kyara yaa? " pamit Ken sambil mencium tangan Papah dan aku mengikuti yg Ken lakukan " Iyaa hati hati, jangan pulang malem malem yaa. " kata Papah sambil menepuk punggung Ken " Assalamualaikum Om. " kata Ken " Pah aku pergi yaa. Assalamualaikum. " lanjut ku sambil melambaikan tangan " Waalaikumsallam. " jawab Papah singkat Aku dan Ken pergi ke mall. Disana kita memilih tempat permainan. Kita bermain sepuasnya. Lalu setelahnya kita makan di cafe dekat arena bermain. Selesai makan Ken mengajakku ke bioskop. Terakhir kita memutuskan untuk pergi ke taman. Disana kita hanya duduk-duduk menikmati angin malam dan pemandangan taman. Yg pasti ditemani dg es krim dan camilan. " Kamu berapa hari di Jakarta Ken? " tanyaku sambil makan es krim " Besok aku balik ke Jogja sayang. " kata Ken yg terus melihat ku tanpa berkedip " Ko cepet banget si? " kataku sambil melihat ke arah Ken " Yaa gimana lagi sayang namanya juga tugas. " kata Ken sambil mengusap rambutku dan tetap ga mengalihkan pandangannya " Iyaa si. Jam berapa berangkatnya? " tanyaku yg masih melihat Ken " Sekitar jam 6 atau jam 7. " jawab Ken singkat " Oooohhh. " jawabku singkat " Kamu disini baik baik yaa, jaga diri, jaga hati jangan nakal. " katanya sambil mencolek hidungku. Aku langsung terkejut mendengar ucapan Ken. Yaa kalimat itu bukan sekedar nasehat tp seolah menyindir ku. Apa mungkin karena aku yg udah ga bisa jaga hati? " Kamu yg disana jangan nakal. " jawabku mengalihkan. bukannya aku menjawab iyaa malah balik menasehati Ken " Kalo itu kamu ga usah ragu sayang. " kata Ken memegang tanganku Yaa kesetiaan Ken memang ga perlu di ragukan. Buktinya aja perasaannya ke aku dari kecil bisa di jaganya sampai saat ini. Sampai akhirnya kita beneran memiliki hubungan. Makannya aku sangat percaya sama dia. Karena ucapannya selalu jujur. " Ken pulang yuuukkk udah malem. " ajakku pada Ken sambil melihat jam tangan. Yaa karena jam sudah menunjukkan pukul 10 malam " Iyaa udah ayoo. " jawab Ken sambil merangkul ku Aku dan Ken pulang ke rumah. Sampai di rumah aku terkejut melihat mobil Darren sudah ada di parkiran. Ken yg melihatku sedikit heran. Mungkin Ken juga bertanya tanya siapa pemilik mobil itu. Tapi Ken ga berani menanyakannya padaku. Ken berfikir mungkin bisa saja mobil itu mobil teman papah. Yaa walaupun Ken menangkap keterkejutan ku melihat mobil itu, tp dia tetap bersikap biasa. Karena Ken selalu berpikir positif dan dia akan menunggu kejujuran ku. Ntah kenapa Ken pun langsung pamit pulang. Yaa mungkin karena dia tau karena lagi ada tamu. Atau memang ingin langsung pulang. " Sayang aku langsung pamit yaa. " kata Ken menggenggam tanganku " Eeemmmm ga masuk ketemu Papah dulu Ken? " tanyaku basa basi. Padahal aku berharap Ken jangan masuk. Karena kalo sampai masuk dan ketemu Darren semua bisa runyam " Eeemmmm ga usah sayang. Aku juga mau beres beres buat besok. Kan besok aku berangkat pagi. Salam aja buat om dan Tante. " Kata Ken sambil terus memegang tanganku " Ooohhh iyaa udah Ken. " jawabku singkat Tiba-tiba Ken memelukku erat. Lalu... " Kalo ada apa apa cerita aja yaa. Jangan ada yg di sembunyiin Oke. " katanya sambil mengurai pelukan dan mengusap rambutku. Aku, aku hanya mengangguk dan tersenyum kecil Lalu Ken ikut tersenyum dan mencium keningku lama. Disitu aku merasakan cinta Ken yg begitu besar dan tulus. Aku jadi merasa bersalah karena aku sudah memiliki sedikit rasa pada Darren. Setelah Ken pulang, aku lalu melangkah masuk. Dan ternyata benar, Darren sudah ada di dalam ngobrol dg Papah. Papah yg melihat kedatangan ku langsung menatapku tajam. Aku tau dari tatapan Papah, pasti banyak pertanyaan yg mau Papah tanyakan. Aku hanya menghela nafas dan berkata dalam hati, ngapain si Darren kesini. Terus tau darimana coba alamat rumahku. " Tuh Kyara udah pulang. Kyara ada Darren nih, udah sejam dia nunggu. Yaa udah kalian Ngobrol, papah mau ke dalam dulu. " kata Papah lalu masuk ke dalam Aku lalu duduk di hadapan Darren. Menatapnya tajam. Sedangkan Darren malah memasang senyum manis dan sikap yg tenang. Yaa walaupun dari matanya terlihat seperti orang yg cemburu dan pesimis. " Tau darimana rumahku? " tanya ku memberanikan memulai obrolan " Kan aku bos kamu. " jawabnya singkat sambil terus menatap ku. Aku sampai lupa kalo dia bos aku, jadi wajar aja dia bisa tau semua tentang aku, termasuk alamat rumah " Terus dari tadi ngobrol apa aja sama papah? " tanyaku dg nada jutek " Ga ngobrol apa apa ko. Cuma ngobrol tentang bisnis. " jawabnya sambil tersenyum " Terus ngapain kesini? ga bilang dulu lagi kalo mau kesini. " kataku sambil menaruh tas ke atas meja dan menyenderkan tubuhku ke sofa " Ga papa pengen main aja. Karena aku tau kamu pasti lagi pergi sama cowo kamu, jadi aku ga bilang mau kesini. " jelas Darren tanpa mengalihkan pandangannya dari ku " Heeemmm udah tau aku lagi pergi malah dateng. Dasar aneh. " kataku lalu aku berdiri dan mau pergi ke dapur ambil minum. Tapi tanganku di cegah oleh Darren, jadi langkahku terhenti " Mau kemana? Kita ngobrol di luar yuuukkk. " kata Darren sambil memegang tanganku lalu dia beranjak dari tempat duduknya " Yaa udah aku ambil minum dulu. " kataku lalu melepaskan tanganku Setelah ambil minum. Aku pergi ke taman belakang rumah. Yaa rumahku memiliki taman di belakang. Lalu Darren berjalan di belakang mengikuti ku. Kita sempat terdiam cukup lama. Ga ada obrolan apapun, hanya terdengar suara gemericik air terjun kolam ikan. Kita duduk bersebelahan sambil memandang kolam ikan. " Jadi ngapain kesini? Kalo ga ada yg diomongin, aku masuk aja. " kataku memecahkan suasana " Seneng banget pergi si. Aku kesini karena aku pengen nunjukin ke kamu, kalo aku serius sama kamu. Aku serius sama perasaan dan kata kata aku. " kata Darren sambil menatapku " Tapi Ren... " kataku yg sengaja ga aku lanjutin. Lalu aku berdiri menghadap kolam ikan, membelakangi Ken " Kamu ga usah jawab atau ngomong apapun Ra. Kita jalani aja semuanya seperti air mengalir. " kata Darren yg juga berdiri di sampingku " Tapi hubungan ku sama Ken? " tanyaku sambil tetap menatap ke depan dg tatapan kosong " Biar alam yg menyeleksi antara aku dan Ken. " kata Darren sambil membalikkan tubuhku untuk menghadapnya " Ga tau ah pusing. " jawabku lalu aku kembali duduk. Darren hanya menatapku Yaa kali alam yg menyeleksi. Terus hatiku gimana? Yg ada aku yg tambah pusing dg semua ini. Kalo dibilang alam yg menyeleksi yaa memang jodoh ga ada yg tau. Tapi kalo secara logika, diliat dari jarak aja, jelas lebih menguntungkan ke Darren. Karena Darren yg selalu ada di deket aku. Sedangkan Ken? Ken dan aku terpisah jarak. Walaupun masih bisa komunikasi lewat Hp. Tp yg namanya hubungan LDR pasti akan berasa gimana kan? Dan pasti lama lama akan lebih nyaman sama yg deket. Kaya kata orang " Yang Cinta Akan Kalah Sama yg Selalu Ada. " Itu juga yg aku khawatirin, karena sebenernya aku pun udah mulai nyaman dg Darren. Apalagi setelah Darren bilang i love you sambil meluk. Kejadian itu yg ga bisa aku lupain. Tapi aku juga ga tega buat nyakitin Ken. Karena orang yg sangat sangat baik. Gimana dong? Lalu aku dan Darren ngobrol banyak hal yg serius. Berat si obrolan kita karena seolah kita akan benar benar membawa hubungan kita ke jenjang yg lebih serius. Padahal aku belum nerima Darren. Jangankan nerima, aku aja masih punya hubungan dg Ken. Jujur selama aku dan Ken menjalin hubungan, kita belum pernah membahas masalah hal serius. Bahkan hubungan yg terjalin udah lama pun belum tau mau dibawa kemana. Yaa karena Ken belum ada omongan apapun. Mungkin karena kita sama sama baru bekerja. Jadi Ken paham kalau kita mau berkarir dulu. Sedangkan Darren, Darren udah berani bilang ini itu karena mungkin dia seorang CEO. Sudah mapan dan yaa tinggal menentukan calonnya, dia bisa saja langsung menikah sekarang. Aku tak banyak merespon ucapan Darren. Aku menjadi pendengar setia. Darren banyak bercerita tentang hidupnya. Tentang keluarga, bahkan dia menceritakan tentang mantan pacarnya. Aku ga tau apa maksud dia bercerita semua itu. Mungkin dia ingin aku lebih mengenalnya. Setelah obrolan yg panjang, akhirnya Darren pamit pulang. " Aku pulang dulu yaa Ra. Makasih buat waktunya. Besok aku jemput Oke? " kata Darren sambil beranjak dari tempat duduknya " Ga usah di jemput, aku bisa berangkat sendiri. " kataku yg masih sedikit jutek sambil ikut beranjak dari tempat duduk " Ga ada penolakan titik. " kata Darren dg nada tegas dan jutek " Iiissshhh maksa banget si. Aku males ngadepin fans fans kamu yg suka gosip. " jawabku ketus " Nanti biar aku yg ngadepin. " kata Darren santai sambil tersenyum " Terserah lah. " jawabku singkat sambil memalingkan muka " Aku pamit yaa, salam buat Om. " katanya sambil tersenyum dan mengusap rambutku " Iyaa hati hati yaa. " jawabku sambil tersenyum. Darren pun tersenyum bahagia mendengarnya Kadang aku heran sama Darren walaupun aku cuekin, jutekin bahkan sering aku tolak tetep aja baik dan ga mau nyerah. Justru dia semakin nunjukin keseriusannya sama aku. Dia semakin berani melangkah dan mengambil tindakan. Sikap itulah yg akhirnya meruntuhkan pertahanan ku. Menggoyahkan hubungan ku dan Ken. Setelah kepulangan Darren, aku masuk rumah. Ternyata papah dan mamah masih di ruang tv. Saat aku melewati mereka, papah memanggilku. " Kyara.. Ada yg mau papah tanyain. " kata Papah dg nada tegas sambil menepuk sofa disebelahnya, yg berarti aku harus duduk disana Lalu aku berjalan dg langkah yg malas menuju sofa. Yaa aku malas karena pasti papah mau menanyakan tentang Darren dan Ken. Aku malas membahasnya. Karena aku sendiri ga tau aku harus gimana. Dan aku juga ga tau harus memutuskan apa. " Ada apa pah? " tanyaku pura pura ga tau dg suara lirih dan malas " Tolong jelasin ke papah hubungan antara kamu, Ken dan Darren? " tanya papah dg tatapan tajam " Apa yg harus di jelasin si pah? Aku sama Ken yaa pacaran. Kalo Darren..." ucapanku menggantung karena aku bingung harus mulai dari mana menjelaskannya " Kenapa dg Darren? " tanya papah sambil mengerutkan kening penasaran " Darren suka kamu sayang? " tanya Mamah selanjutnya " Eeemmmm iyaa begitulah mah pah. " jawabku sambil menghela nafas panjang " Terus kamu gimana ke Darren? Apa kamu juga suka sama Darren? " tanya Mamah lagi dg menatapku penuh selidik " Kyara ga tau mah. Kyara bingung sama perasaan Kyara. Kyara ga mau nyakitin Ken, tp Kyara juga ga bisa boong dan selalu menutupi kalo Kyara emang udah mulai nyaman dg Darren. Apalagi Darren yg ga menuntut Kyara untuk memilih antara Ken dan dia. Kata Darren biar alam yg menyeleksi mereka. Tp tetep aja kan mah pah, kalo ujungnya Kyara juga harus memilih satu diantaranya? " curhatku pada mamah dan papah dg sedikit mengeluarkan air mata karena rasa terharu bercampur bingung " Iyaa mamah tau posisi dan perasaan kamu. Apalagi kamu dan Ken LDR, sedangkan Darren, Darren deket sama kamu. Bisa dibilang Darren masuk disaat yg tepat walaupun waktunya salah. Darren ga menuntut kamu untuk memilih, mungkin karena dia yakin dan tau kalo kamu pasti bakal milih dia cepat atau lambat. " kata mamah memberikan pandangannya sambil mengusap rambutku " Heeemmm inget kamu harus memilih yg terbaik, jangan salah pilih. Ikuti kata hatimu. Papah terserah kamu aja, Papah percaya kamu bisa memutuskan. Pesen papah cuma satu jangan mempermainkan dan menyakiti perasaan orang terlalu lama. Papah tadi kaget aja begitu kamu pergi, Darren dateng. Terus pas papah kasih tau kamu pergi sama Ken bukannya dia pulang, malah mau nunggu dan Ngobrol banyak sama Papah. " kata Papah menjelaskan panjang lebar " Iyaa pah mah. Doain Kyara yaa, semoga cepet bisa memutuskan semuanya. Darren ngobrol apa aja sama papah? " tanyaku penasaran, karena aku takut Darren ngobrol kearah yg serius dg papah " Ga ngobrol apa apa cuma tentang bisnis. " kata Papah sambil tersenyum. Aku pun hanya mengangguk Karena udah larut malam dan obrolan udah selesai. Aku pamit ke kamar sama mamah papah. Aku masuk kamar, mamah papah pun menuju kamar mereka. Di kamar aku berbaring sambil merenung, mengingat setiap kejadian demi kejadian sama Ken dan Darren. Dan terasa aku pun tertidur dg sendirinya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD