Main hati

1522 Words

Dengan kehamilanku yang sudah membesar, hormon yang membludak, aku tidak menolak ciuman dari Steven William yang lembut. "Auuu!" pekikku sontak, membuat kami berdua tertawa. "Sakit ya perutnya?" tanya Steven William. "Hmmmm," jawabku. "Ayo, kita ke dokter kandungan untuk ultrasound," ajaknya. "Yakin, Indah? Tidak berubah pikiran?" tanyanya lagi. Untuk sesaat, hatiku berdebar, menginginkan sesuatu yang lebih. Namun, bayiku membuatku sadar. Tepat ketika Steven William menciumku dan aku tidak menolaknya, bayiku menendang perutku. "Tidak, Bang. Anakku tidak senang... hahahha," ucapku sambil mengelus perutku dan meminta maaf pada bayiku. Lalu, kami pun tidur di kamar masing-masing. Aku merenung dalam hati, "Apa yang kamu lakukan, Princess Indah Larasati? Kamu memang wanita yang penuh k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD