Hari ini merupakan hari yang sangat dinanti oleh Gadis karena ia akan meresmikan butiknya. Gadis dari pagi sudah sibuk di butik, ia menghandle agar peresmian nanti berjalan dengan lancar. Saat ini dibutik Gadis ditemani oleh 5 karyawannya dan kedua sahabatnya. Di dalam butik juga pihak catering tengah menata makanan dan minuman.
“Dis udah yuk keruangan aja, kamu istirahat dulu nanti kamu kan juga menyambut tamu. Engga mukin kan kamu bertemu dengan para tamu dengan wajah lelahmu, biar semua di handle aku sama Citra Dis” Syina kasihan melihat Gadis tidak istirahat padahal ada banyak karyawan yang dapat membantunya
“Udah sana tidur dulu” Citra juga menyuruh Gadis istirahat
“Baiklah kalau gitu, aku tinggal yah nanti sejam aku balik keruangan ini. Kita dandan” dan diacungi jempol oleh Citra dan Syina.
“Cit bentar ya aku mau telpon kak Arkan dulu” Syina menepi kearah jendela dan mulai menghubungi Arkan
Panggilan Syina tak kunjung diangkat oleh Arkan, Syina sudah menggerutu karena kakanya itu. Ia mulai menarik nafas dan mencoba menghubungi kembali kakaknya, ia berharap panggilan kali ini diangkat oleh kakaknya dan benar saja suara Arkan di seberang sana mulai terdengar.
“Kak Arkan kemana aja sih baru angkat panggilanku” seperti biasa Syina si gadis penggerutu
“Ada apa dik? kakak lagi perjalanan mau pulang”
“Kakak datangkan ke peresmian butik Gadis?”
“Hmmmmm”
“Kak nanti bawakan Gadis bunga ya, dia suka bunga mawar merah”
“Kenapa kakak yang harus bawakan?”
“Yaudah sih kak bawain aja, biar ramen anti yang ngasih bunganya ke Gadis. Ini hari yang ditunggu Gadis makanya dia harus banyak senyum. ”
“Hmmm…kalau gitu kakak tutup.”
“OK kak, jaaa….” Belum selesai Syina berucap, panggilan sudah di akhiri oleh Arkan hal itu sudah biasa bagi Syina
-
Tamu undangan butik mulai berdatangan Gadis menyambut para tamu ditemani oleh sang mama Sinta. Citra dan Syina menghandle pekerjaan lainnya, dan Azka akan datang bersama teman – temannya. Beberapa menit kemudian butik kedatangan Jessica dan Arkan.
“Haiii Gadisnya tante, selamat ya atas pembukaan dan peresmian butiknya tante bangga sama kamu” sambil memeluk Gadis dengan erat
“Terima kasih tante sudah mau datang, doakan ya tante butik Gadis lancar. Tante hari ini boleh bawa pulang 1 rancangan dari Gadis” Gadis membalas pelukan Jessica
“Wah senangnya makasih ya saying. Dapat salam dari Om dan Arsyila mereka lagi ada kerjaan di luar kota jadi engga bisa ikut” Gadis menggangguk mengerti. Lalu Jessica diajak pergi oleh Sinta untuk masuk melihat – lihat koleksi Gadis. Sekarang tinggallah Gadis dan Arkan.
“Mari kak masuk, aku juga punya beberapa koleksi untuk pakaian cowok” ajak Gadis
Arkan memberikan bunga mawar merah kepada Gadis dan berkata “Selamat ya atas pembukaan butiknya semoga lancar kedepannya”
Gadis menerima bunganya dan mencium bunganya. Ia selalu suka dengan bunga mawar merah yang cantik ini. Darimana Arkan tahu bahwa ia suka bunga mawar merah “Terima kasih kak, Aamiin”
-
“Mari kita dengarkan sambutan pemilik butik”
“Assalamualaikum wr.wrb selamat sore semuanya saya berharap kita semua sehat. Pertama – tama saya ucapkan terima kasih kepada semua rekan – rekan yang telah ikut membantu saya dalam acara ini, tanpa kalian acara ini takkan berjalan lancar. Saya memberi nama butik ini yaitu Butik Gadis, butik ini saya beri nama Gadis karena saya berkonsentrasi dengan fashion remaja saat ini, namu jangan sedi ya ibu bapak dana bang yang datang kesini kalian juga bisa mendapaykan baju yang sesuai selera kalian disini. Bagi para ibu saya berharap setelah memakai rancangan saya anda sekalian merasa seperti gadis kembali. Saya berharap kalian dapat menikmati acara ini dan kalian juga dapat melihat koleksi rancangan saya. Sekian sambutan dari saya Terima kasih” setelah Gadis memberi sambutan terdengar tepuk tangan dari tamu undangan
MC menyuruh Gadis untuk kedepan memotong pita tanda Butik Gadis telah dibuka “Dengan ini Butik Gadis telah resmi dibuka dan para bapak ibu kakak – kakak sekalian dapat berbelanja disini. Tenang ada diskon dari kak Gadisnya” Canda MC
Para tamu yang hadir saat ini sedang menikmati hidangan yang tersaji, dan Gadis ikut menyapa dan mengobrol dengan tamu. Dirasa cukup mengobrol dengan mama mama kini Gadis menuju meja tempat sahabat dan teman kakaknya duduk.
“Weits adik abang datang, selamat ya Dis sini abang peluk” bukan suara Azka melainkan suara Randi
“Mau masuk rumah sakit mana Ran?” balas Azka
“Ah elah gitu aja masa masuk rumah sakit” jawaban Randi diacuhkan oleh Azka
“Selamat ya adekku sayang kakak bangga sama kamu” peluk Azka sambal mencium kening adeknya
“Terima kasih ya kakak, aku udah siapin 1 rancangan buat kakak” ucap Gadis masih dalam pelukan Azka, Gadis tak kalah erat memeluk Azka
“Dis selamat ya beb atas Butiknya, sering – sering kasih kita baju ya beb. Ini dari aku sama Syina tas keluaran terbaru”
“Makasih ya kalian kesayanganku” Gadis memeluk Citra dan Syina secara bergantian
“Selamat ya Dis, keren – keren rancanganmu” ucap Joni
“Selamat juga ya Dis, gue bentar lagi tunangan bisalah ya Dis kasih diskon” ujar Adit bercanda
“Terima kasih ya kakak kakak, buat kak Adit aku kasih diskon besar” balas Gadis dengan wajah yang ceria
“Yuk kak di makan, ini hidangan rekomen banget” ajak Gadis
Syina melihat kakaknya yang hanya menatap Gadis tanpa mengucapkan selamat seperti yang lain Akhirnya Syina berinisiatif menegur kakaknya.
“Kak Arkan engga mau gitu ngucapin selamat ke Gadis. Gadisnya dipeluk kek atau dijabat tangannya” goda Syina
“Apaan deh Syin masa dipeluk, tadi gue aja mau meluk Gadis aja pilihannya masuk rumah sakit mana. Az lihat tuh adek lo mau dipeluk Arkan” adu Randi kepada Azka
“Biarin Ran Arkan beda sama lo, dia engga genit” ledek Azka kepada Randi dan Randi menggerutu
“Kak Arkan tadi udah ucapin selamat kok Syin, kamu engga lihat aja. Kak Arkan juga bawain aku bunga cantik sekali. Sekali lagi terima kasih ya kak” Gadis berucap sambal tersenyum kearah Arkan, hal tersebut tentu menghipnotis Arkan. Tanpa disadari oleh Arkan sendiri kini tangan Arkan mulai mengusap rambut Gadis
“Hmmmm sama – sama. Semoga kedepannya kamu bisa ikut fashion show Dis” jawab Arkan sambil tersenyum
Semua yang ada di meja tersebut melihat interaksi antara Gadis dan Arkan, dari yang tiba – tiba Arkan mengusap rambut gadis kemudian menampilakan senyum kepada Gadis. Yang dilakukan Arkan membuat speechless, mereka lama tidak melihat senyum Arkan yang sanagt manis ini, tumben sekali Arkan merespon lawan jenis. Teman – teman Arkan saling berpandangan mereka lalu bersikap seolah tidak melihat kejadian itu, mereka melanjutkan makannya dan mengobrol. Citra dan Syina berdehem dan melanjutkan makan sambal senyum – senyum
Berbeda dengan Gadis yang masih shock dengan kejadian barusan, raut wajah Gadis menjadi merah dan pipi gadis menjadi merah karena malu. Dia menggerutu karena jantungnya tidak bisa berdetak dengan pelan
“Makan Dis” perintah Arkan. Arkan sebenernya juga tidak tahu apa yang dilakukannya benar atau tidak dan ia tersadar setalah mendengar deheman dari Syina. Tetapi Arkan mencoba bersikap biasa saja.
Hari ini Gadis menghabiskan waktu dengan orang - orang yang menurutnya menyenangkan, senyum manis tak pernah luntur dari bibirnya. Gadis juga sangat bahagia karena perlakuan Aran yang sweet, ia berharap hubungannya dengan Arkan tidak canggung lagi kedepannya.