BAB 14

1593 Words

"Di saat harapan itu datang, keinginan malah memudar. Terbawa sedihnya suasana dan tertutup luka yang semakin menganga." ***** Rasanya hampa. Kosong dan tanpa arah. Akhir-akhir ini Edel lebih memilih untuk sendiri. Tidak ditemani keluarga, sahabat, maupun Elang. Bahkan Edel sudah tidak memedulikan cowok itu lagi. Edel hanya bisa duduk di taman kota mengingat semua hal yang pernah ia lakukan. Mulai dari masa kecilnya, sampai sekarang saat semua orang yang dulu benar-benar menyanyanginya pergi satu-persatu. Pergi dan kembali dengan paksaan. Entah kenapa pikirannya saat ini melayang pada kejadian saat ia bertemu Elang pertama kali. Sejenak ketika bersama Elang dia bisa melupakan bebannya. Elang seperti obat yang mujarab saat Edel merasa kesepian. Saat orang disekelilingnya sudah mengac

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD