Bab 3

1186 Words
" sorry, sorry bro ( cengengesan) " makan siang dan meeting pun selesai, pekerjaan untuk hari ini selesai semua. malam pun tiba zefano yang telah selesai dengan segala urusan pekerjaannya. perjalan menuju apartemen sekitar lima belas menit. " huft akhirnya selesai juga ( sambil duduk di sofa dan memejamkan matanya sejenak). tidak lama kemudian faiza melihat jam. " wah gawat udah jam 19.00 bentar lagi tuan fano kembali ( sambil berlari ke arah kamarnya). bruk... aaaaw.. ( sambil memegang kepala yang kejedot pintu) . " aaah aku lupa ini ada pinyunya untung aja cuman kepala kejedot, bukan otak ku yang kejedot ( cengengesan). " Selesai bersih-besih faiza pun keluar dari kamar, dan bertepatan dengan fano keluar dari kamar. " lo.... [ sambil menatap tajam ke arah faiza ] " " tuan [ tersenyum sambil menunduk ] " fano berjalan kebawah dan dikuti faiza dari belakang. sampai dibawah mereka ke meja makan . " tuan kita makan dula ya, soalnya tadi aku udah masak . tapi maska seadaanya saja soalnya bahan makanan di kulkas tuan tidak banyak lagi, jadi aku masak yang ada saja deh [ tersenyum ] ". " nanti makannan nya ga enak , dan mungkin lo diam-diam kasih racun kedalamnya ? [ dengan tatapan sinis] " " tidak tuan dijamin makanan nya bebas pestisida , kalau tuan masih ragu makan sedikit saja ! " " hmmm.. [ menetap faiza dengan dingin ] faiza pun menyediakan nasi dan lauk pauk ke dalam piring zefano. fano pun mulai mencicicpi makan yang di buat oleh faiza. sendokan pertama masuk ke dalam mulut fano, faiza menetap fano sambil melihat reaksi fano dengan tatapan takut [ memainkan jemari lentiknya ]. " gi-gimana , ra-rasanya tuan [ denagn mata yang berkedip-kedip bak seorang anak kecil ]" " hmmm.. [ sambil mengunyah makanan ] lumayan... " hufftt'' [ memegang dadanya ] lega rasanya . makan malam bersama pun lancar suara sendok berdeting pun telah selesai , faiza pun telah selesai membersihkan meja dan sisa makanan. " gua tunggu lo di ruang tv [ sambil berjalan ke arah ruang tv ] " " iya tuan [ menaruh piring yang sudah di cuci ke tempatnya [ " selesai semua faiza berjalan ke arah ruang tv, sambil mengutak atik jemari lentiknya dengan perasaan takut. " duduk [ tatapan dingin ] " " i-iya tuan.. [ menunduk ] ". " gini ya faiza , gua ga tau masalah lo ap, dan kenapa ,dan gua juga ga tau asal usul lo dari mana, gua juga ga tau kenapa gau bisa nolong lo , dan membiarkan lo tinggal di apartemen gua [ tatapan tegas dan dingin kearah faiza] " sekarang gini deh kalau lo masih mau tinggal di sini , lo harus nurutin apa mau gua gimana, dan kalau lo udah tinngal di sini jangan melewati batas lo. PAHAM [ dingin ] " i-iya tuan. aku masih mau tetap tinggal disini , karna aku ga tau daerah sini tuan, aku juga ke sini mau cari kerja , taman ku bilang di daerah sini ada kerjaan tuan jadi aku datang ke daerah sini ga taunya aku di tipu tuan, padahal aku udah ngirimkan uang untuk DP admin [menunduk ] " ok... permasalahannya lo mau cari kerja tapi lo di tipu temen lo sendiri ! " " i-iya tuan ... " " gua ngasih lo tinggsl di sini tapi lo juga harus bantu gau gimana ? " [ seringa licik di wajahnya] " bantu apa ya tuan , masak aku bisa beres-beres rumah juga aku bisa tuan [ tersenyum ] " " gau impoten [ to the point ] gua butuh lo untuk meransang rudal gua tiap hari , kalau soal ruamah lo ga perlu megang apa pun , karna biasanya ada bibi di apartemen ini [ senyum licik di wajahnya ] " deg... [ gemetaran dan takut ] " ma-maksudnya gimana ya tuan ? " " lo bener-bener ga tau apa hanya pura-pura aja [ tatapan tajam ] " " sa-saya bener-bener ga tau tuan [ menunduk] " gini deh gua jelasin dulu , lo tau impoten kan ? jangan bilang lo ga tau impoten !... impoten itu rudal yang tidak berfungsi lagi , lo mau liat biar langsung tau [ mebuka celananya sambil mengeluarkan rudalnya ] " aaaa.... tuan i-itu apa tuan [ sambil menutup matanya ] "lo buka aja mata lo biar lo tau [ menarik tangan faiza dari muknya ] " " ini lo udah liat, rudal gau ini ga bisa berdiri dan berfungsi seperti cowok lain, jadi gua udah lama terapi tapi hasilnya sama saja rudal gua belum bisa berdiri juga . gau mau lo merangsang dengan tangan lo sendiri, setiap hari gimana. kalau lo mau nanti gua ajarin caranya [ menaikan celana kembali ] . " faiza bingung.... nannti kalau misalnya aku ga mau , aku di usir dari sini, ga tau kemana perginya, tapi kalau aku mau nanti mamak sama bapak ga marah kan ! [ dengan muka yang bingung } " gimana mau ga lo, jangan kelamaan berfikir gua kasih waktu 5 menit untuk lo berfikir. " waktu lo udah habis " " iya tuan a-aku mau.. " " ok lo sepakat mau kan,ya sudah nanti gau buat kontraknya, dan jangan melewati batas kontrak kalau lo melanggar kontrak ada sanksi nya. sana kalau lo mau tidur, gua udah selesai sama lo! " pagi harinya faiza terbangun dan , langsung turun ke luar kamar, mau membuat sarapan .. " ehhh.. non sudah bangun? mau ngapain non?. " bibik " bu... ( menunduk) mau buat sarapan bu, " " sini saya saja non, non duduk aj di meja makan " " ga usah bik aku aja, oh iya bubuk ga usah pangggil non non segala nama aku faiza Amoreyza panggil faiza aja bu. " " ga usah non saya panggil nona saja, nanti tuan marah " " ga marah nanti kalau marah aku yang ngomong bu, panggil faiza aja ya bu ga enak kan aku juga orang kampung hehe ( tersenyum) " iya deh non- faiza ( tersenyum) " " faiza mau masak apa sini biar ibu bantu " " ga usah bu, faiza bisa sendiri kok bu, ibu ngerjain yang lain aj " " ya sudah saya tinggal ya faiza " Faiza selesai masak langsung dihidangkan di meja makan. "Waaah selesai juga.... Faiza naik ke lantai atas untuk siap-siap.. Bruk... Awwwww, maaaf tu-tuan " LO ITU KALAU JALAN LIAT-LIAT DONG, kok ceroboh banget sih jadi orang ( marah dan dingin). " maaf tuan tadi aku lagi buru-buru " Fano berjalan turun dan tidak peduli faiza ngomong apa. Faiza pun buru-buru masuk ke dalam kamar. Bersiap- siap dan langsung turun lagi kebawah. Fano pun sudah menunggu di meja makan sambil meminun kopi " tuan ini nasi gorengnya, aku tadi cuman masak nasi goreng, ( menunduk) " " hemm... ( memasukan nasi goreng ke dalam mulutnya). " ini kontraknya lo baca dulu, setelah lo baca lo tanda tangani di sini" ( wajah dingin) Tanpa membaja faiza langsung menandatangani.. " sudah tuan ( tersenyum) " kok ga lo baca dulu baik-baik main tanda tangan aja, misal nanti di didalam kontrak gua minta s*x gimana?.. "
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD