Bab 5

500 Words
"sss... aaahhh. fa ahhhhhh, suara desahan faiza. uhhhhhh..... " plok plok plok clopp suara nyaring tangan fano beradu dengan cairan faiza.. slurp..... fani memasukkan lifahnya ke dalam v****a faiza, tanganya fano memegang tonjolan kecil di v****a faiza. " uhhhhhh..... aaaaaaahhhhh.... ssshhhhh desahan faiza " slurp suara desahan lidah fano, fano pun menggigit kecil tonjolan yang ada di v****a faiza, uhhhhhk. " aaaahhhhhh abang aku mau pipi, ssssshhhhhhhh......, " " keluarkan aja sayang... " fano pun mempercepat jari dan sekali-sekali menggigit kecil bagian v****a faiza. " hmmmmm ahhhhhhhhh uhhhh " tubuh faiza pun bergetar kuat, cairan nya keluar sangat banyak ahhhhhhh... fano pun membiarkan faiza beristirahat, tak lama kemudian fano memcium bibir faiza.. " Mmmmmmh " lenguhan tertahan di tengah kegiatan saling melumat. " shhhhhh... mmmmmmh.. " fano menghentikan lumatan nya. lidah fano kemudian beralih ke buah d**a faiza, melumat, buah d**a dan memberikan gigitan kecil ke p****g yang merah muda itu. " ahhhhhhh.... uhhhhh " faiza menekan kembali kepala fano ke dalam buah d**a nya. tangan fano tak tinggal diam, langsung mengusap bagian dalam v****a faiza. " sssssssh.... ahhhhhhh. ... abang uhhhhhhhh... stop uhhhh abang stop " mulut faiza meminta stop namun tangan nya menarik paksa kepala fano ke dalam v****a nya. " uhkkkk ahkkkkk abangnnnn sssshhhh... " desahan faiza memenuhi kamar yang mereka tempati, matanya merem melek, mendapat kenikmatan. " uhhhhhhhh" " cpppppp slurpppp suara lidah fano" slurrrrp lidah fano berhenti yang langsung mengangkat kepala nya " ahhhhhhh desah faiza " faiza mulai lemas dan sudah tidak terhitung berapa kali keluar. fano pun langsung melepas celana boxer nya, terpampang lah rudal fano yang lemas dan tidak bangun. fano pun mulai membawa rudalnya ke depan v****a faiza. fano langsung menggesek-gesek kan, rudal nya di belahan bibir v****a faiza. "ahhhhhhh... sssss uhhhh faiza menggigit bibirnya "suara desahan faiza yang tertahan " ahhhhhhh. uhhhhhhhmmm... "desah fano memejamkan matanya dan mulai menikmatinya. Namun rudal fano sama sekali tidak bisa eraksi, tapi ada sedikit kemajuan. fano pun langsung mengganti menggunakan jarinya, mengocok v****a faiza. " aahhhhh shhhhh abang.... " plukkkk. pluk suara jari fano berbunyi.. fano mempercepat gerakan tangannya. " sssshhhhh ahhhhhhh...... uhhhhhh abang aku mau pipis abang ahhhhhh. " " keluarkan saja sayang jangan di tahan" fano langsung mempercepat lagi gerakan tangannya. " ahhhhhhhhh sssssss aaaaaahhhhhh, abanggggggg " suara desahan faiza nayaring, faiza pun mendapatkan pelepas nya lagi cairan kental keluar, tubuh faiza bergetar hebat.. pukkk suara pukulan fano di buah d**a faiza " shhhh " desah faiza di saat fano memukul buah d**a nya. faiza langsung tertidur setelah pelepasan terakhirnya , dia juga tidak sempat membersihkan tubuhnya karna kelelahan. fano pun berjalan menuju kamar mandi , dan membiarkan faiza tertidur dikamarnya. setelah fano membersihkan tubuhnya, dia berjalan menuju tempat tidur, dan melihat faiza sudah terlelap masuk ke alam mimpi. fano pun ikut tidur di samping faiza . mereka tertidur tanpa sehelai benang pun. sinar matahari sudah masuk ke dalam kamar, namun mereka berdua belum bangun dari mimpi indahnya. tok... tok.. tok... suara ketukan pintu kamar terdengar, namun mereka berdua belum juga sadar.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD