45 |HADIAH DARI SANG PACAR

1051 Words

Aku menahan tawa saat Mas Ser memasang ekspresi lucu sambil menatapku. “Tapi aku bukan anjing,” katanya dengan wajah kelewat polos hingga membuatku gemas ingin mencubit pipinya. “Ayolah, ini akan jadi hadiah terunik sepanjang masa. Lagi pula Mas Ser tidak harus mengenakannya setiap hari,” aku menjeda dan lanjut berbisik di dekat telinganya, “langkah antisipasi andai sewaktu-waktu Mas Ser berubah dan tersesat di jalan.” Aku menarik wajah darinya dan melihat senyum secerah matahari tersungging di bibir Mas Ser. Senyum kelewat lebar membuatnya terkesan sedang menahan derita. “Mas Ser tidak akan menolak pemberianku kan?” Aku menekan nada bicaraku, secara tidak langsung memaksanya untuk bilang, “Tidak,” sahut Mas Ser, sesuai harapanku. “Aku tidak bisa menolak pemberian pacarku. Begitu takut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD