Pikiranku sama sekali tidak bisa fokus ke pelajaran, resah mengkhawatirkan Mas Ser bila sewaktu-waktu pergi meninggalkanku. Alhasil, ketika sudah jam istirahat, aku menolak ajakan Rossa ke kantin dan lebih memilih mencari Mas Ser di pos penjagaan. “Pak, Mas Ser di mana?” tanyaku pada satpam lain yang bernama Azis. Pak Azis menjawab bingung, “Mas Ser siapa?” Aku berdecak, “Sergio,” sahutku yang langsung dipahami oleh Pak Azis. “Oh tadi dia izin pergi gatau kemana, sekarang kan waktu istirahat mungkin Sergio ke kantin,” katanya. “Yauda, makasih ya Pak.” Bergegas aku putar arah menuju kantin dan berpapasan dengan Rossa di pintu masuk. “Loh Jeh? Katanya gamau ke kantin?” “Aku nyariin Mas Ser, kata teman satpamnya dia mungkin ke sini,” kataku. Dahi Rossa mengernyit. “Lo ada masalah sama

