“Kau bekerja denganku saja, uh? Daripada mengurusi bapak-bapak yang galak dan cerewet, bukankah lebih mudah untuk mengurusi anak kecil yang manis dan penurut?” Jerry memiringkan kepalanya, kelihatan bingung karena Airin yang hobinya adalah menendang kursi mobilnya itu kini bicara dengan nada manis sambil senyum-senyum padanya. “Kalau hanya mengurusi Tuan Muda–“ “Itu maksudnya termasuk mencebokinya juga.” Arthur memotong ucapan Jerry sebelum pria itu selelai memberikan jawabannya pada Airin. “Jadi kau lebih senang bekerja menceboki anak kecil daripada pergi ke kantor dan bertemu dengan para karyawan yang cantik, uh?” “Itu–“ “Memangnya ada karyawan yang lebih cantik dariku?” Kali ini giliran Airin yang menyela ucapan Jerry. “Bayangkan betapa bahagianya dirimu jika bisa bekerja dengan b

