Empat tahun kemudian, Mayra mengetukkan heels kristalnya di sepanjang lorong hotel menuju kamar. Kain jarik yang melilit kaki jenjangnya mempersulit langkahnya yang terburu – buru. Meskipun belahannya cukup tinggi, ia merasa langkahnya masih kurang cepat. Sesekali ditengoknya jam tangan pemberian suami di hari ultahnya tahun lalu, “Duhh.. sepuluh menit lagi udah mulai acaranya..” gerutunya khawatir. Hari itu adalah acara pernikahan kakak iparnya, Mas Bram dan Jane, seorang mantan model cantik yang ditemuinya di bandara. Umur Mas Bram hampir menyentuh 38 tahun, tapi lelaki itu baru dipertemukan jodohnya di umur hampir kepala empat. Ibu mertuanya sampai mencarikan pasangan dengan paket komplit untuk dikenalkan Mas Bram. Tapi selalu saja ia tolak, dengan alasan tidak cinta, bukan tipe

