BAB 22

1166 Words

Seorang dokter berpakaian hijau dengan hati – hati membuka leher rahim Mayra yang terbius di ruang ICU. Setelah terbuka, seorang perawat memberikannya alat kuret yang kemudian dimasukkan ke dalam rahim untuk membersihkan isi rahim dari jaringan abnormal. Dua puluh menit berlalu, dokter dan petugas medis itu masih berkutat membersihkan isi rahim Mayra. Sementara di luar, Vina yang tengah hamil muda, menunggu cemas di depan pintu ICU. Sesekali ia mengecek layar handphone-nya, sesekali ia menggigit jari dan berjalan mondar – mandir. Di kursi tunggu, ada Safira bersama ibunya yang duduk terkulai. Wajah mereka sendu, terutama ibunya yang berharap mendapatkan cucu pertama. Sama dengan Vina, sesekali Safira mengecek ponselnya. Di kursi tunggu seberang mereka, ada Siwi yang sedang menyusui bayi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD