BAB 15

1354 Words

Ia memasuki gedung berlantai lima. Tempat karaoke itu menjorok ke dalam. Hampir semua orang yang berlalu – lalang tidak menyadari bahwa di gedung itu ada tempat karaoke. Ia memasuki tempat karaoke yang bercat hitam pekat dengan sedikit sinar lampu merah muda mengitari langit – langit. Remang. Itulah kata pertama yang terbesit di pikirannya saat melewati pintu kaca berukuran satu orang dewasa. Sesaat seorang gadis penjaga kasir menawarinya paket menyanyi satu atau dua jam. Mayra sedikit melirik gadis muda itu sebelum menjawab, “Dua jam.” Setelah membayar, ia segera menuju room 21 di lantai dua. Jantungnya yang berdegup kencang mengiringi langkah kakinya menaiki tangga. Dan alangkah terkejutnya ia melihat gadis – gadis berpakaian seksi berlalu lalang di sepanjang lorong. Ia melewati gad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD