18

1302 Words

"Kalau menurutmu apa De? " Tanya Aiden kepada Dea. "Ummm.... Kalau menurutku.... Terserah kamu sih, " jawab Dea. "Hm.... " Aiden menghela nafasnya dengan mata tertutup. "Tapi kalau kamu mau ambil resiko kamu bisa terima tawaran itu, " lanjut Dea. "Gitu ya," ujar Aiden. "Ya," jawab Dea. "Hemmm.. " Aiden menghela nafasnya kembali. "Udah? " tanya Dea pada Aiden. "Udah sih, " jawab Aiden. "Aku balik kekamar ya? " tanya Dea. "Jangan dulu lah, udah aku siapin coklat tuh, " ucap Aiden dengan menunjuk gelas yang berisi coklat panas. "Mau ngapain? "tanya Dea. " Ya temenin lah, emang kamu gak bosen dikamar terus-terus an, " ujar Aiden. "Nggak tuh, " jawab Dea. "Kamu sering ngobat ya De? " tanya Aiden. "Nggak," jawab Dea. "Kalau enggak kenapa kemarin bisa sampek kayak g

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD