Di tengah kekacauan, Wijaya dan Mr.Bad tiba-tiba muncul dari ujung lorong bersama tim pengawalnya. Dengan sigap, mereka membantu Toni memukul mundur para penyerang. Dalam waktu singkat, situasi berhasil dikendalikan, meskipun beberapa pengawal terluka. Setelah situasi mulai terkendali, Wijaya berdiri tegak di tengah lorong, memastikan semua penyerang sudah dilumpuhkan atau ditahan. Di sebelahnya, Mr. Bad memberikan isyarat kepada timnya untuk memeriksa area sekitar, memastikan tidak ada ancaman tambahan. "Dea, kau baik-baik saja?" tanya Wijaya, nadanya tenang namun penuh kewaspadaan. Ia memindai wajah putrinya untuk mencari tanda-tanda luka. Dea mengangguk perlahan, meskipun wajahnya masih tegang. Kejadian ini diluar prediksinya, ia tak mengira situasinya akan serumit ini. Jadi ia yang

