Chapter 42

1802 Words

Broom brooom Mobil yang dikemudikan oleh Alan keluar dari gerbang rumah Basri. Moti duduk di jok belakang bersama dengan Bilal. Sret Moti meremas kuat telapak tangan putranya. Bilal tidak mengatakan apa-apa, dia tahu bahwa ibunya sekarang sedang gugup dan khawatir. "Ya Allah...Poko...ya Allah...mudahkanlah persalinan putriku..." Moti berdoa. Dia terlihat sangat khawatir. "Huh! Huh! Huh!" napasnya menjadi tak karuan, Bilal yang menyadari bahwa ekspresi ibunya tidak biasa, dia menenangkan ibunya. "Bunda, tenang, tarik napas, buang...ayo ikut Bilal...tarik napas, buang." Instruksi Bilal. Alan melirik ke arah kaca di dalam mobil, dia dapat melihat adiknya yang menenangkan ibunya karena gugup dan terlalu khawatir. Dia mengcekram kuat kemudi, semoga saja ibunya tidak apa-apa. "Ssshhh..

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD