Wanita berpenampilan necis itu menghentakkan kakinya dengan kesal. Mahisa ternyata tidak terpengaruh dengan ancamannya, tiba-tiba ia tersentak, hatinya berdesir, rasa takut merayapi dirinya. "Tapi, tidak mungkin dia tahu anaknya di sini, meskipun anak itu bisa telepati, tapi kan dia tidak sadarkan diri, mana bisa tahu dia berada di mana," pikir Indira, pemikiran itu sedikit menenangkan hatinya. Tak Tak Suara heels yang dikenakan Indira terdengar nyaring di teras itu, ia berjalan mondar mandir dengan gugup. Memikirkan ancaman lain yang bisa membuat Mahisa setuju untuk menikahinya. Sementara itu, orang yang menyamar sebagai pasien belum juga dipanggil masuk ke ruang dokter, menerima pesan pada telepon genggamnya bahwa dragon telah sampai dekat lokasi dan situasi menjadi siaga satu. Dia

