“Dasar gadis gila! Pasti kamu yang telah membuat Suamiku celaka. Aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang jika Mas Agung kenapa-napa.” “Awww, sakit, lepaskan!” teriak Cantika saat aku menjambak rambutnya. Aku baru sampai di Semarang dan langsung menuju ke ruang ICU. Kata Dokter Mas Agung sudah berhasil melewati masa kritis namun belum sadarkan diri hingga sekarang. Tiba-tiba Cantika datang dengan supirnya. Aku langsung menyerangnya tanpa ampun. Memukul wajahnya berkali-kali dan menjambak rambutnya hingga rontok. “Cepat katakan apa yang telah kamu lakukan hingga Mas Agung mengalami kecelakaan!” “Aku tidak melakukan apapun. Aku bahkan sejak kemarin berada di rumah karena mendapatkan hukuman dari Papa. Mama pun sama, beliau juga di kurung di dalam kamar hingga saat ini.” “Aku tid

