11

1032 Words

"Ekhem! Ekhem!" Nathan baru saja memasuki kelas dengan Aneth yang berada disampingnya. Yang membuat seisi kelas bereaksi seperti itu karena Nathan menggenggam tangan Aneth dengan senyum lebar. "Dih, baikan!" tawa Irhan membuat Nathan nyengir padanya. Aneth melepaskan genggaman Nathan lalu duduk disebelah Risya seperti hari kemarin, sebab ia mengetahui kalau gadis bernama Aleta sudah menduduki kursinya. "Eh?" tanya Risya bingung. Nathan memberi kode agar Risya beralih duduk ditempatnya namun Risya menolak, tentu saja. Ia malas jika harus duduk bersama Aleta, murid baru yang terlalu berlagak. "Nath! Ayo duduk sini! Bentar lagi guru masuk!" panggil Aleta dengan senyum manisnya. "Ogah," balas Nathan memilih duduk disamping Irhan. Defa memasuki kelas diikuti seorang guru, kini Defa yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD