BAB 88

1206 Words

Saat Alea keluar dari ruang wardrobe dia melihat Troy dan putranya masih ada di atas ranjang dengan Troy yang sedang menggelitiki pinggang Alif dengan berbagai ciuman yang terus membuat bocah laki-laki itu terus memekik geli dengan tawa renyahnya. Benar-benar tidak bisa dipungkiri jika Troy juga memiliki semua kebiasaan papanya, karena dulu ketika Troy belum mau bangun dan tuan Anmar sudah akan berangkat bekerja dia pun juga akan berbuat demikian. Tanpa terasa Alea kembali meraba dadanya sendiri yang bergelepar menghangat karena akan terus teringat semua hal sepele yang selalu dilakukan suaminya di pagi hari. "Apa besok kau juga masih akan menginap?" tanya bocah laki-laki itu ketik Troy berhenti menciuminya. "Panggil aku, Ayah," Troy mengingatkan masih sambil menaungi tubuh anak laki-lak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD