Berjarak Sebentar Saja

1471 Words

Aroma vanilla menguar dari tubuh Nayyara saat ia keluar dari kamar mandi dengan rambut terbungkus handuk. Ia membuka lemari dan memilih pakaian yang akan ia kenakan untuk ke kampus. Karena jam mengajar yang ia miliki hari ini hanya siang hingga sore, ia bisa bersantai di pagi hari sambil memanjakan dirinya layanan terapis dari salon muslimah langganannya yang ia panggil. Baginya, perawatan fisik itu penting. Selain membuat kulit lebih terawat dan cerah, cara tersebut merupakan tanda syukur kita pada Sang Maha Pemberi. Apalagi ia akan segera menikah dan tentu saja ia tak ingin suaminya kecewa nanti. Memikirkan kata nikah, kedua sudut bibirnya melengkung manis. Ia kembali menatap cincin berlian yang dipasangkan Tania tepat di jari manis kirinya. Tak ingin berlama-lama dalam lamunannya, ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD