Wajah pria itu terlihat lelah. Namun, saat pria itu sudah tiba di depan unit apartemennya, ia menghela napas sejenak lalu tersenyum seraya membuka pintu dengan menekan serangkaian angka sebagai sandi. Setelah pintu terbuka, ia menutupnya kembali dengan pelan agar sang istri tak mendengarnya. Kemudian, ia membuka sepatu dan kaus kakinya, lalu menyimpan sepatu di rak sepatu yang letaknya tidak jauh dari pintu, sedangkan kaus kakinya ia bawa masuk ke kamar dan menyimpannya di keranjang pakaian kotor. Ia menutup pintu kamar lalu membuka pakaiannya satu per satu. Sementara koper dan tas kerjanya ia simpan di dekat nakas. Ia ingin mandi terlebih dahulu sebelum menyentuh istri dan anaknya. Dua puluh menit kemudian, ia keluar dari kamar mandi dan segera membuka lemari pakaian, memilih kaus oblon

