Nayyara duduk tertunduk di sofa saat Keyra sengaja meninggalkannya bersama Hazig. Hazig tersenyum lembut seraya melangkahkan kakinya agar ia mendekat pada istrinya. "Jangan menunduk, Sayang!" ucap Hazig, lirih. Nayyara mendongak dan menatap lekat mata hazel milik suaminya. "Apa ini kamu?" tanya Nayyara, lirih. "Ya, ini aku. Suamimu yang sudah melakukan kebodohan hingga kamu meninggalkanku," jawab Hazig. "Suami? Kamu sudah-" "Aku tahu, Sayang. Untuk itu, aku datang untuk memintamu kembali padaku. Cukup, Sayang! Jangan berlama-lama lagi bersembunyi dariku!" sela Hazig. Nayyara memperhatikan wajah Hazig yang semakin tirus, juga postur tubuhnya yang semakin kurus. "Kenapa kamu jadi seperti ini, Hubby? Kamu gak pernah merawat dirimu?" Nayyara mengulurkan tangannya untuk membelai lembut

