"Gue nggak boleh nyerah. Sebelum janur kuning melengkung dan kumis Pak Dudung kayak capung. Khalilla masih bisa gue tikung.” -Qaddafi- ___ Qaddafi baru saja kembali dari latih tanding basket di sekolah tetangga. Ia terlihat letih dalam mengendarai sepeda motornya. Saat melintasi rumah tetangga cantiknya, ia menemukan satu mobil asing yang berada di luar gerbang tinggi itu. Tidak mungkin tamunya orang tua Khalilla, jika itu tamu mereka, maka mengapa terparkir di luar. Pikirnya. Qaddafi yang dipenuhi rasa penasaran ini pun mendekat ke gerbang rumah itu, padahal, ia telah sampai di gerbang rumahnya. Dengan meninggalkan motornya, Qaddafi melangkah dengan sebuah bola basket di tangannya. “Kalau gitu, jangan nyerah Mas! Berjuang lagi! Jangan nyerah buat jadiin Illa istri Mas!” Jleb Qaddaf

