Halaman 36

893 Words

"Panji sialan! Argghh!" Prang Seorang wanita kini mengamuk karna Panji mengetahui pelacaknya dan sekarang Panji malahan pindah markas yang membuat mereka susah menjangkau panji lagi. "Pria tua bangka itu! Awas saja! Aku yang akan bergerak cepat membunuh Dinda! Setelah aku membunuh orangtua Farel! Hahaha." Ya panji pindah markas. Alat pelacak itu sudah Panji ketahui. Tidak susah mencari alat itu. Semua omongan Panji juga tak akan terdengar alat pelacak itu. ~ ~ ~ ~ Dinda duduk didepan gedung les memasaknya. Ia memakan ketoprak seperti biasa lagi. Menikmati angin dari polusi kendaraan. "Sejak kapan lo jualan ketoprak?" tanya Dinda kepada Zidan. "Sejak kasus kematian orangtua Farel ditutup," jawab Zidan. "Oh iya. Gue bisa ingat sedikit tentang mafia. Jadi gimana?" "Ingatan lo ng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD