~ Reo dan Brian Bertemu! (25)~ “Silahkan usir aku dengan kebahagiaan yang kamu miliki saat ini. Tapi tolong jangan lupakan senyum terakhir kepergianku, karena di sana telah kurangkum semua rasa tentangmu.” (Reo) “Ya, kita berdoa saja, sisanya pasrahkan sama yang memberi takdir,” jawab Papa lugas. Lalu Setelah berbasa basi sebentar, keluarga tamu pergi meninggalkan tempat. “Mel, kamu nggak balik kantor? Mama mau ke kantor sebentar, yuk!” Mama menggamit lenganku. “Sebentar, Ma.” Aku kehilangan jejak Brian sejak beberapa menit lalu. “Kamu ngapain, sich? Oh, cari temen kamu tadi, ya?” “Iya, Ma. Tunggu sebentar.” “Emang dia siapa kamu, sich, Mel ...? Jangan macem-macem, ah. Mama udah kenalin kamu sama orang yang tepat. Cakep wajahnya, cakep masa depannya, dan yang pasti dia masih bujang

