43. Bukan Pelakor

1752 Words

Menjelang waktu maghrib, Bagas masih berada di rumah sakit. Ruangan dingin yang hanya dihuni oleh satu orang itu dia masuki, tampak lah Gladis yang masih terbaring di ranjang rumah sakit, sendirian. Tidak ada satu pun kerabat atau orang terdekat yang menjenguknya, sungguh gadis yang malang. Bagas berdiri tak jauh dari ranjang gadis itu. Ditatapnya wajah pucat dan bibir Gladis yang hampir membiru. Pria itu meraih remot AC di meja samping ranjang Gladis, lalu menaikkan sedikit suhu ruangan di sana agar tak terlalu dingin. Saat ini suhunya sangat dingin untuk ruangan yang hanya dihuni oleh satu orang yang tidak sadarkan diri. Ruang VIP itu memang sengaja dipesan langsung oleh Bagas untuk gadis itu menjalankan rawat inap. Pria itu melihat pergelangan tangan Gladis yang sudah dibalut perban.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD